Moskow 24 Juli

Moskow 24 Juli

Moskow 24 Juli adalah nama tempat dan tanggal yang bersejarah bagi saya. Tempat dan tanggal yang ditunggu-tunggu setelah berproses hampir satu bulan. Seperti Pogba yang menunggu 15 Juli di kota yang sama, Moskow !

Seperti yang mungkin sebagian teman-teman tahu, tepat 1 juli saya beranikan diri maju sebagai kandidat Koordinator PPI Dunia 2018/19. Sebuah amanah yang besar dan tentu konsekuensinya juga besar. Izinkanlah saya bercerita sedikit tentang mengapa saya berani mengambil kesempatan ini.

Sejujurnya, saya ndak ada keinginan untuk ikut ambil peran di PPI Dunia, sadar akan kapasitas dan pengalaman yang belum sampai setahun di dunia per-PPI-an. Dua minggu sebelum penutupan pendaftaran kandidat Koordinator PPI Dunia, salah satu senior saya di dunia pergerakan mahasiswa menghubungi saya yang intinya mendorong untuk ikut berkompetisi, akhirnya saya coba renungkan dan bawa istikharah. Selain beliau beberapa ketua PPI negara juga mendukung dan mendorong untuk maju.

Hingga akhirnya H-5 jam pendaftaran ditutup, saya niatkan untuk memberikan kebermanfaatan, mulailah saya melengkapi berkas yang diminta oleh panpel pemira, hingga kurang lebih H-30 menit saya berhasil submit berkas. Esoknya nama kandidat pun sudah dipublikasikan, ada dua kandidat yang diresmikan di media sebagai kandidat Koordinator PPI Dunia. Kami berdua memulai proses kampanye, mulai dari membuat instrumen kampanye seperti platform, foto, video dsb. Saya berterimakasih sekali kepada timses yang banyak membantu dengan ikhlas, mulai dari membuat poster kampanye, video dsb. Rasa-rasanya cukup sibuk ditambah dengan beberapa pengenalan dan debat di radio dan kanal PPI TV. Masa-masa kampanye ini sebenarnya momen yang baik, karena disini saya mulai membuka silaturahim ke hampir semua kawan-kawan PPI negara, berkenalan lebih dekat dan berdiskusi tentang PPI Dunia kedepan. Capek sih, tapi saya selalu ingat pesan salah satu ulama yang menginspirasi:

“Letakkan itu dalam Fastabiqul Khairat, letakkan itu dalam lii ta’arofu.
Semangat yg dibawa adalah semangat berlomba dalam kebaikan, semangat utk saling mengenal dan saling mengisi”.

Rasul saw pernah menyampaikan: Jangan mencari2, jangan menempuh segala cara untuk mendapatkan jabatan karena kalau jabatan itu sampai kepadamu dengan kepenuhan nafsumu, dengan ambisimu yang luar biasa, bisa dia sampai tapi setelah itu Allah berlepas tangan.

Tapi kalau satu amanah itu sampai kepadamu dengan pengaturan Allah swt bukan dengan ambisi dan nafsu, maka kalau ada beban kepemimpinan itu, mau 1 ton, mau 2 ton, bahkan 1000 ton, Allah swt akan meringankannya.
Niatkan utk menghadirkan kemaslahatan, niatkan utk memberikan perkhidmatan.

Nasehat tersebut yang insyaallah menjadi moodboster saya di waktu itu. Hingga sampailah saya di kota Moskow, kota yang menjadi tempat perhelatan berkumpunya para pelajar Indonesia yang sedang studi di luar negeri, di forum ini pulalah banyak mengenal saudara satu bangsa yang mereka hidup di negera berbeda. Beberapa rekan pun menanyakan, bagaimana pemetaan suara, bagaimana persiapan, dsb. Saya hanya menjawab insyaallah aman, hampir sebulan kemarin kita sudah berikhtiar, momen-momen ini kita berpesta saja, saling mengenal dan menambah pertemanan.

Hingga akhirnya 24 Juli itupun datang, momen bersejarah bagi saya. Singkat cerita setelah kampanye dan debat terbuka di sidang internasional PPI Dunia, kami pun di bawa keluar forum untuk mengizinkan peserta sidang bermusyawarah, permusyawaratan yang cukup alot dan lama, hingga akhirnya berujung voting. Saya berdoa dalam hati saya, Ya Rabb jangan berikan amanah ini, jikalau amanah ini hanya membawa ketidak beruntungan bagi saya, jangan pernah berikan amanah ini, jika dengan amanah ini saya tidak mampu menghadirkan kebermanfaatan dan kemaslahatan. Jikalau memang takdirmu memihak kepada hamba ini, maka mudahkanlah hambamu ini menjalankan amanah tersebut sehingga lewat amanah ini, kami bisa menghadirkan kebermanfaatan dan kemaslahatan. Qadarullah, amanah itu pun datang, dan harus disambut dengan niat yang baik pula tentunya, semoga seperti yang sudah diniatkan diawal bahwasanya kehadiran kita disini adalah dengan niat berfastabiqul khairat, niat untuk menghadirkan kebermanfaatan dan kemaslahatan, jika sekiranya kami mulai bergeser dari semangat tersebut, maka ingatkanlah kami, agar kami kembali ke jalan yang benar.

This Post Has 3 Comments

  1. Halo uda, salam kenal.
    Selamat atas amanah yang telah diamanahkan oleh para perwakilan pelajar Indonesia. Saya salah satu yang bukan mendukung uda untuk menjadi pemimpin PPI Dunia. Karena mengetahui latar belakang uda yang orang eksakta, saya agak khawatir akan keseimbangan kehidupan kuliah dan memimpin organisasi. Namun qadratullah, ternyata uda ditakdirkan untuk memimpin PPI Dunia, selain ucapan selamat yang saya ucapkan. terus berhati-hati agar kuliah tidak keteteran. Karena amanah utama kita adalah menyelesaikan kuliah. saya akan terus mengamati 😀

    1. hai salam kenal uni dilla…
      hehe benar kuliah d eksakta itu ribet, apalagi bidang basic science terkhusus fisika/kimia teori, teman saya pernah bilang kalau aktif d organisasi bg mahasiswa teori itu hanya buang2 waktu. Tapi selama niat kita ikhlas utk mmberikan kebermanfaatan insyaallah yg sesulit apapun akan dipermudah oleh Dzat yang maha segalanya. Mohon doanya ya, sukses juga utk uni dilla aktivitasnya d jepang sana…

  2. “Jadilah bagai jantung yg tdk terlihat, tetapi terus berdenyut setiap saat hingga kita terus dpt hidup, berkarya & menebar manfaat bagi sekeliling kita sampai diberhentikan oleh-Nya.” Dibalik ketidaktahuan kita, Allah telah menyiapkan kejutan!Lakukan bagianmu saja, dan Allah akan mengerjakan bagianNya. Tetaplah percaya, berdoa, setia, dan tetaplah meraih Ridho-Nya. Tetap semangat meski dlm kesederhanaan. Salam bahagia dlm segala hal & selalulah tersenyum.
    Setiap periode kepemimpinan pasti mempunyai warna sendiri. Tetap fokus untuk kebaikan. Lillahitaala. Niat baik InsyaAllah akan ada jalan keluarnya. Orang baik akan bertemu dengan orang baik. Jikalaupun tidak, dia akan ditemukan orang baik. Saya percaya anda adalah orang baik. Selalu ingat kepada Allah swt bahwa semua ini adalah ujian dariNya. Sederhana, Sabar, dan selalu ingat akan Allah swt yang sudah memberikan amanah ini kepadamu. Semoga Allah swt selalu menjagamu untuk selalu rendah hati dengan jabatan ini. Salam Perhimpunan!

Leave a Reply to fadjar Cancel reply

Close Menu