Surat Thaha (131) dan Pesan singkat Gus Baha terkait Kunci Nikmat

Surat Thaha (131) dan Pesan singkat Gus Baha terkait Kunci Nikmat

Quran Surat Thaha Ayat 131

وَلَا تَمُدَّنَّ عَيْنَيْكَ إِلَىٰ مَا مَتَّعْنَا بِهِۦٓ أَزْوَٰجًا مِّنْهُمْ زَهْرَةَ ٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا لِنَفْتِنَهُمْ فِيهِ ۚ وَرِزْقُ رَبِّكَ خَيْرٌ وَأَبْقَىٰ

Arab-Latin: Wa lā tamuddanna ‘ainaika ilā mā matta’nā bihī azwājam min-hum zahratal-ḥayātid-dun-yā linaftinahum fīh, wa rizqu rabbika khairuw wa abqā

Terjemah Arti: Dan janganlah kamu tujukan kedua matamu kepada apa yang telah Kami berikan kepada golongan-golongan dari mereka, sebagai bunga kehidupan dunia untuk Kami cobai mereka dengannya. Dan karunia Tuhan kamu adalah lebih baik dan lebih kekal.

Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah dalam Tafsir Al-Wajiz menafsirkan bahwa maksud ayat ini adalah merasa kagum pada manusia.  Seperti makanan dan minuman yang enak, pakaian yang indah, harta yang banyak, rumah yang besar, wanita yang cantik, dsb.

Sesungguhnya semua itu bunga kehidupan dunia, di mana orang-orang yang tertipu bersenang-senang dengannya, demikian pula orang-orang zalim. Perhiasan itu akan hilang dan ditinggalkan, menyakitkan hati pencintanya dan mereka akan menyesal pada hari kiamat serta akan mereka ketahui bahwa Allah menjadikannya sebagai ujian dan cobaan agar Dia mengetahui siapa yang tergoda dan siapa yang tidak tergoda, yakni tetap baik perbuatannya. Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman, “Sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang di bumi sebagai perhiasan baginya, agar Kami menguji mereka siapakah di antara mereka yang terbaik perbuatannya.–Dan sesungguhnya Kami benar-benar akan menjadikan (pula) apa yang di atasnya menjadi tanah rata lagi tandus.” (Terj. Al Kahfi: 7-8) Sehingga mereka berbuat melampaui batas. Baik yang segera (di dunia) maupun yang ditunda (di akhirat).

Rezeki yang segera berupa ilmu, iman dan hakikat-hakikat amal saleh, sedangkan rezeki yang ditunda berupa kenikmatan yang kekal dan kehidupan yang sejahtera di dekat Ar Rahman (yakni Surga). Ya Allah masukkanlah kami ke surga dan jauhkanlah kami dari neraka. Ya Allah masukkanlah kami ke surga dan jauhkanlah kami dari neraka. Ya Allah masukkanlah kami ke surga dan jauhkanlah kami dari neraka. Dari kenikmatan yang diberikan kepada mereka di dunia. Dalam ayat ini terdapat isyarat, bahwa seorang hamba apabila melihat dirinya tergiur oleh perhiasan dunia, maka hendaknya ia ingat kenikmatan akhirat dan membandingkan keduanya.

Dalam salah satu ceramahnya ada pesan dari Gus Baha yang sekiranya baik sekali untuk direnungkan:

“Kunci nikmat yaitu jangan melihat nikmat hidup orang lain, jadi yang membuat kita tidak bahagia ya karena melihat nikmat hidup orang lain. Makanya turun ayat 131 pada surat Thoha. Jika kamu sudah melihat nikmat hidup orang lain, pasti jadi fitnah”.

Semoga kita selalu bersyukur akan nikmat yang Allah berikan kepada kita.

—————————————-

Kolom ini merupakan ringkasan kajian Islam yang menurut kami bermanfaat dan dapat diamalkan dalam aktivitas sehari-hari. Mohon koreksinya jikalau ada informasi yang sekiranya perlu dikoreksi. Terimakasih ^^

Leave a Reply