Alhamdulillah, saya berkesempatan mengunjungi University College London (UCL), salah satu universitas tertua di Inggris yang didirikan pada tahun 1826 dengan nama awal London University. Kampus ini memiliki warisan sejarah yang kaya, tidak hanya dalam bidang pendidikan tetapi juga dalam kontribusi para tokoh penting dunia. Di UCL, sebanyak 32 Nobel Laurates telah memberikan sumbangsih ilmiah mereka, menunjukkan reputasi akademik dan penelitian yang luar biasa.
UCL juga menjadi tempat di mana sejumlah tokoh dunia pernah belajar dan mengembangkan pemikiran mereka. Salah satu yang paling terkenal adalah Mahatma Gandhi, pemimpin gerakan kemerdekaan India yang mendalami hukum di sini. Selain itu, Jomo Kenyatta, yang kemudian menjadi Presiden pertama Kenya, juga pernah menimba ilmu di UCL. Bukan hanya di bidang politik dan sosial, UCL juga memiliki pengaruh besar dalam dunia seni. Salah satu band paling ikonik asal Inggris, Coldplay, terbentuk di kampus ini ketika para personelnya masih berstatus mahasiswa.
Selama kunjungan ini, saya mendapatkan kesempatan untuk melihat langsung London Centre for Nanotechnology dan Department of Chemistry. Kedua institusi ini tidak hanya terkenal dalam lingkup akademik, tetapi juga merupakan pusat riset yang terdepan di dunia. Saya berharap suatu saat nanti bisa membuka peluang kolaborasi riset dengan para peneliti di sana. Dalam dunia yang semakin terhubung, kolaborasi lintas negara dan disiplin ilmu menjadi kunci untuk menghasilkan inovasi yang berdampak global, dan saya optimis bahwa dengan hubungan yang baik, kolaborasi riset di masa depan bisa terwujud.
Dengan sejarah panjang dan pencapaian yang luar biasa, UCL terus menjadi salah satu kampus yang tidak hanya mencetak tokoh-tokoh penting dunia, tetapi juga terus berinovasi di bidang sains dan teknologi. Kunjungan ini semakin memperkuat motivasi saya untuk terus belajar dan mencari peluang baru dalam penelitian dan kolaborasi global.
#UCL #London #NobelLaurate #Coldplay #Riset #Kolaborasi
*captions dari IG, dielaborasi oleh chatGPT